Sunday, 05 September 2010
Cegah teroris agar jangan main hakim sendiri
Written by admin   
Monday, 31 August 2009 18:48

Minggu, 23 Agustus 2009 10:52:32
JAKARTA: Mencegah merebaknya konfl ik horisontal dalam pemberantasan terorisme, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan dan mempedulikan lingkungan sekitar. Bukan main hakim sendiri.

“Lebih peduli pada lingkungan, kita harapkan semua orang berusaha terutama dalam  bulan Ramadan mencari ketenangan dan ketentraman. Tidak main hakim sendiri tetapi diusahakan agar semuanaya menurut jalur yang benar,” ujar  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab, seperti dikutip detikcom, kemarin.

Umar mengomentari aksi warga yang tinggal di kawasan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat membakar 2 buah gubuk yang berada di tengah sawah persis di kaki Gunung Salak, kemarin. Diduga tempat itu kerap digunakan untuk aktivitas menyimpang.

Warga di sekitar mengaku pernah melihat seseorang mirip buron tersangka terorisme Syaifudin Zuhri alias Syaifudin Jaelani di lokasi tersebut. Umar meminta masyarakat mengerti dan paham betul siapa teroris dan siapa yang bukan.

Masyarakat diminta jangan memukul rata sehingga bisa menimbulkan masalah baru.  “Yang penting orang yang kita curigai segera laporkan ke polisi, jangan main hakim  sendiri. Jangan lihat foto serupa kemudian langsung bertindak, percayakan pada polisi,”  imbuhnya.

Noordin bidik Obama Isu adanya rencana Noordin M Top untuk beraksi lagi dengan sasaran Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama masih terus berhembus.

Diyakini sejumlah pengamat, berdasarkan sumbersumber intelijen, kelompok Noordin kini tengah membidik Obama yang mereka nilai layak dibunuh karena mewakili kepentingan Amerika Serikat. Obama diperkirakan berkunjung ke Indonesia sekitar November 2009 mendatang.

Para teroris dikatakan telah menyiapkan dua penembak jitu, Mohamad Syahrir dan Ario  Sudarso untuk membidik presiden kulit hitam pertama AS itu. Syahrir dan Ario merupakan 2 dari 4 buron yang baru-baru ini menjadi buron Mabes Polri.

Mereka diduga sebagai lulusan Kamp Udaibiyah, Filipina. Menurut psikolog hipnoterapis Mardigu, Obama tetap diincar meskipun Obama dinilai cukup dekat dengan dunia Islam tetapi. Namun hal itu tidak berpengaruh karena yang diincar para teroris adalah AS-nya.  Sementara itu, terkait instruksi dari Mabes Polri agar kepolisian daerah meningkatkan upaya pencegahan tindak pidana terorisme dengan mengawasi ceramah dan dakwah mendapat protes dan kecaman dari sejumlah pihak.

Anggota Komisi I DPR RI asal FPKS Mutamimul Ula dalam keterangan persnya, Sabtu (22/8) menyatakan kebijakan  kepolisian meningkatkan pengawasan terhadap ceramah keagamaan dan kegiatan dakwah menimbulkan bahaya besar. “Hal ini akan menjadi sumber ketegangan baru antara umat Islam dan pemerintah,” kata Ula.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR Soeripto. Menurutnya langkah kepolisian yang memantau aktivitas  dakwah di bulan Ramadan dinilai bertentangan dengan iklim reformasi. Pemantauan dakwah juga membuat sang penceramah kurang nyaman. “Ini model gaya Orba dan bertentangan dengan iklim reformasi. Menurut saya, itu tidak tepat,” kata Soeripto. (Harian Jogja Cetak)