Rabu, 10 Maret 2010
Putra Bengkulu Pengerek Merah Putih
Ditulis Oleh admin   
Selasa, 01 September 2009 01:51 WIB

Selasa, 18 Agustus 2009 04:13:04           
Kholis yang tergabung dalam Tim Merah--terdiri dari 33 pelajar sekolah menengah dari 33 provinsi di seluruh Indonesia yang terbagi dalam tiga tim yaitu kelompok 17, 8 dan 45--, sukses menjalankan tugasnya. Tak ada kesalahan yang dilakukan putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Khairul Umari dan Susilawati.

Sayangnya berita ini diturunkan, Kholis belum dapat dihubungi. Sementara itu, sang ayah, Khairul Umari ketika dihubungi tengah berada di Jakarta. Kepada BE, lelaki itu mengungkapkan dia dan keluarganya sangat bangga dengan terpilihnya Kholis dalam tim inti Paskibraka Nasional. Apalagi saat Kholis ditunjuk sebagai pengerek bendera.

Diakui Khairul yang bertugas sebagai tenaga medis di Puskemas Taba Lagan Bengkulu Tengah (Benteng), awalnya dia tak percaya kalau Kholis ditunjuk sebagai pengerek bendera. Hanya saja menurut suami dari Susilawati, PNS Pustu Air Sebakul tersebut, Kholis merupakan anak yang disiplin--baik di rumah maupun di sekolah. Dia tak manja, dia juga mempunyai semangat yang tinggi jika ingin menggapai sesuatu, akunya.

Dikatakannya, meski sibuk di ektra kurikuler, Kholis tak ketinggalan pelajaran. Dia bahkan mampu masuk dalam kategori 10 besar di kelas.
Menurut Khairul, Ia juga mengaku sulit untuk berkomunikasi dengan Kholis selama masa karantina. Dia dan keluarga baru bertemu usai pengerekan bendera.

Saat pertemuan itu, Kholis sangat terharu. Dia merasa senang dan bangga bisa menyelesaikan tugas negara dengan baik, katanya.

Pendamping Baki
Tak hanya Kholis masuk tim inti, tetapi anggota Paskibraka asal Bengkulu lainnya, Lovina F Andry siswa kelas XI SMAN 5 Kota Bengkulu juga demikian. Lovina yang tergabung dalam Tim Putih saat upacara penurunan bendera di Istana Negara kemarin sore, terpilih sebagai pendamping pembawa bendera pusaka, Dita Permatasari siswa SMAN 1 Banjar Baru Kalimantan Selatan.

Lovina F Andry diketahui merupakan putri pasangan Isfal Andry (Anggota KPU Kota) dan Susilawati AmdKeb (Bidan). Ketika dihubungi BE, Isfal mengaku tak percaya melihat puterinya ditunjuk sebagai pendamping pembawa baki dan masuk dalam pasukan delapan Paskibraka Nasional.

Infonya dia semula ditunjuk pembawa baki. Hanya saja, karena Lovina banyak keringat, dia diganti yang lain, aku Isfal.

Terlepas dari hal itu, Isfal mengaku sangat bangga. Bahkan dia dan istrinya sangat terharu saat bertemu Lovina usai pengibaran bendera.

Isfal sendiri mengaku belum tahu bagaimana jadwal selanjutnya Lovina. Kami berada di Jakarta memenuhi undangan. Tapi kami tetap saja tidak bisa berkomunikasi dengan anak, karena ia tengah dikarantina. Kami juga melihat saat ia diberikan pengarahan oleh pembinanya itupun dari jarak jauh. Kami juga tidak bisa berkomunikasi. HP saja dinonaktifkan, terangnya.

Sementara itu Koordinator SDM PPI Provinsi Bengkulu, Dwi Agust Susilo Irawan mengatakan kedua utusan ini telah dipersiapkan selama dua bulan untuk bisa tampil maksimal. Mereka dipilih berdasarkan seleksi yang ketat mulai tingkat Kota dan Provinsi.

Kedua paskibra itu mampu mengikuti program dan sangat disiplin, ujarnya.(**)